Senin, 04 Februari 2008

Thx Pak Unang

Terima kasih Pak Unang dah menyelamatkan anggrekku dari dinginnya atap. Setelah 2 hari bermalam di atas atap,anggrekku bisa tersenyum lagi en menyapa sang mentari. Kala itu malam hari, hujan en petir menyirami Kota Bogor. Anggrek bulan kuning totol2 hasil kloning yang baru aku beli berpotkan plastik yang tidak cukup kuat menopang tubuhnya yang panjang menjulai. Senggolan sedikit saja bisa jatuh, apalagi disenggol angin, jatuh deh ke atap. Anggreknya aku taro di balkon depan kamarku. Sampai saat ini aku belum beli pot keramik or tembikar yang cukup tangguh untuk disandingkan ma si anggrek. Jadi untuk sementara bila malam telah menyelimuti bumi pertiwi, anggreknya aku taro di dalam kamar.